Tak Sangka, M Djamil Bisa Kembalikan Wajah Istriku

Masih ingat dengan pasien serangan hewan buas beruang di Pasaman Barat, Mas Abidah (40)? Secara umum kondisi pasien yang menjalani perawatan di RRI Bedah Umum RSUP Dr M Djamil saat ini dalam keadaan stabil dan membaik.

“Kondisi istri saya stabil. Sudah bisa duduk dan makan. Namun karena usai operasi pada bagian bibir, untuk makan kini menggunakan selang,” kata suami Mas Abidah, Abdul Gafur (42).

Istri pun, katanya, sudah bisa berbicara dan sudah jelas apa yang dibicarakan. “Termasuk juga sudah bisa berjalan meski harus dipapah,” tutur Raja–panggilan akrab Abdul Gafur.

Ia merasa bersyukur dengan kondisi istrinya saat ini. “Sempat ada rasa kekhawatiran sebelum dirujuk ke M Djamil. Setelah dirujuk, istri saya selamat. Dan tak menyangka, M Djamil bisa mengembalikan wajah istri saya kembali. Dan anak saya masih memiliki ibu,” tuturnya.

Ia bersyukur atas keadaan istrinya yang sudah membaik. “Dan pelayanan yang maksimal diberikan RSUP Dr M Djamil terhadap istri saya,” ucap Raja.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang menangani pasien, dr Deddy Saputra SpBP-RE Subsp LBL (K) mengatakan pasien Mas Abidah telah menjalani empat tahapan operasi untuk mengembalikan bentuk wajahnya setidaknya mendekati seperti baik dan untuk dilihat sama orang. “Operasi tahap ke empat dilakukan lebih ke finishing untuk membuat hidung dan bibirnya,” tuturnya.

Pasien ini, tutur Dedy, karena beruang yang sangat acak menyerang pasien ini mengakibatkan wajah, kulit kepala, tangan kanan, tungkai kiri dalam kondisi hancur. Dan menjadi masalah adalah wajah pasien. Karena pada wajahnya mulai dari hidung, mata kiri beserta kelopak mata, bagian sisi dan di atas telinga, dan bibir atas hilang.

“Secara umum wajah pasien lebih dari 50 persen hilang,” ucapnya.

Dedy memaparkan pada operasi tahap ke empt telah dilakukan memodali hidung dan bibir atas yang sudah hilang. “Kita gunakan daging dan kulit atau diistilahkan flap dari flap di dahi, flap dari pipi kanan, flap dari wajah bawah dan leher kanan,” paparnya.

Ia menyebutkan operasi sendiri telah berlangsung sejak 10 hari lalu dan membutuhkan waktu ini selama 4,5 jam. “Pasca-operasi, Alhamdulillah sudah tertutup semua bagian-bagian wajah yang hilang. Hidung sudah kita bentuk dengan kulit dahinya, mata dan kelopak matanya sudah kita tutup. Bibir atas kita bentuk dari bagian bibir bawah bisa kita modifikasi atau rekonstruksi membentuk bibir atasnya,” papar Dedy.

Dari kondisi pemantauan setelah operasi ke empat ini dan mengevaluasi kondisi umum dan kondisi lokal dari penyembuhan luka-luka dan penyembuhan flapnya itu telah dinilai penyembuhannya baik. “Dengan penilaian itu, kita merencanakan untuk memperbolehkan pasien untuk pulang atau rawat jalan,” ungkapnya.

Ia menekankan yang menjadi masalah adalah adanya kendala dari psikis pasien. Sempat mental pasien agak jatih akan tetapi dengan dukungan tim psikiater RSUP Dr M Djamil, pasien dapat pulih kembali secara psikologis.

Masalah kedua, masalah gizinya. Karena bedah plastik melakukan dengan banyak flap. Untuk di sisi kanan saja menggunakan lima flap. “Dimana di dalam mulut intraoralnya banyak juga jahitan. Kondisi demikian kita koordinasikan dengan bagian gizi, bagaimana sebaiknya pasien melakukan diet,” ucap Dedy.

Maka, kata Dedy, diputuskan pada operasi ke empat ini pasien dipasang selang nasogastrik (NGT) untuk memberikan makan pada pasien. “Pemasangan selang NGT ini bertujuan agar tidak membasahi atau mencemari luka operasi yang ada di dalam mulutnya,” sebutnya.

Sementara Direktur Utama RSUP Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan RSUP M Djamil Padang sudah melakukan perawatan optimal terhadap pasien ini dengan tim multidisiplin yang dibentuk. “Mulai dari dokter bedah tulang, dokter bedah plastik, dokter mata dan semua dokter telah dibentuk melakukan perawatan yang cukup baik dan optimal,” tuturnya seraya mengatakan mohon doanya untuk kesembuhan pasien dan optimalisasi dalam penyembuhan terhadap kondisi pasien.

Sebagaimana diketahui, seorang petani karet di Pasaman Barat bernama Mas Abidah dilaporkan mengalami luka parah di bagian tubuhnya usai diserang beruang. Dia diserang saat sedang menyadap karet.

Dia pun saat ini harus mendapatkan sejumlah perawat intensif di RSUP M Djamil Padang akibat serangan hewan buas itu. Sementara kejadian itu dilaporkan terjadi pada Kamis (8/8) lalu.(*)

World Lung Day, Skrining dan Deteksi Dini Cegah Kanker Paru

Oksigen dan bernapas adalah sesuatu yang berharga dan perlu disyukuri. Pernapasan diatur oleh organ tubuh yang bernama paru-paru. Karena itu, penting menjaga kesehatan paru-paru.

Asma, PPOK, pneumonia, tuberkulosis, dan kanker paru merupakan penyakit paru yang dapat mempengaruhi seseorang dari segala usia dan latar belakang. Untuk kanker paru sendiri merupakan kanker yang sering menjakit pria di Indonesia.

Faktor risiko terbanyak adalah merokok termasuk perokok pasif, orang yang sering menghirup asap rokok padahal tidak merokok. Selain asap rokok, faktor risiko lainnya adala paparan radon dan paparan  asbes, paparan bahan karsinogenik lainnya, arsenic dalam minuman, kualitas udara, riwayat radiasi paru dan riwayat keluarga.

“Skrining dan deteksi dini kanker paru dapat menurunkan risiko kematian hingga 15-20 persen,” kata dokter spesialis paru RSUP Dr M Djamil dr Fenty Anggrainy SpP (K) saat Penyuluhan Penyakit Paru di Klinik Paru Non Infeksi Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (24/9).

Sosialisasi yang dihadiri pasien dan keluarga pasien rawat itu dalam rangka memperingati World Lung Day atau Hari Paru Sedunia yang jatuh pada besok (25/9).

Ia pun menjelaskan perbedaan skrining dengan deteksi dini. Skrining ini merupakan pemeriksaan pada orang sehat atau tanpa gejala nakun memiliki faktor risiko untuk mengidentifikasi penyakit yang dideritanya.

“Manfaatnya skrining memungkinkan pemeriksaan awal non invansive untuk penegakan diagnosis kanker paru,” ucap dr Fenty.

Skrining dapat dilakukan, sebutnya, usia 50-80 tahun, tanpa gejala dan saat ini merokok atau bekas perokok dalam 15 tahun terakhir dengan riwayat merokok satu bubgkus per hari selama 20 tahun. “Jika memiliki tiga kriteria ini silakan periksakan diri ke dokter,” sarannya.

Sedangkan deteksi dini, tutur dr Fenty, menemukan kanker yang dapat disembuhkan, belum lama tumbuh, masih kecil, lokal, dan belum menimbulkan kerusakan yang berarti.

“Kapan harus dideteksi dini? Memiliki 1 atau lebih gejala dan memiliki faktor risiko kanker,” ucapnya seraya mengatakan deteksi dini ini dilakukan dengan pemeriksaan oleh dokter.

dr Fenty menyebutkan gejala kanker paru tersebut adalah batuk persistent, sesak napas, suara serak. “Kemudian nyeri dada, penurunan berat badan dan nyeri tulang,” paparnya.

Ia menyebutkan cara pencegahan kanker paru yakni tidak merokok dan menjauhi paparan asap rokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan. “Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, rutin berolahraga dan menghindari paparan karsinogenik,” ajaknya.

dr Fenty berharap dengan penyuluhan ini, pasien dapat memiliki pengetahuan dalam pencegahan atau pun penatalaksana terhadap permasalahan paru. “Baik untuk diri sendiri maupun keluarga nantinya,” harapnya.

Dirut M Djamil : Penguasaan Laparoskopi Tingkatkan Kualitas Layanan Bedah

Teknik laparoskopi yang semakin berkembang pesat memberikan banyak manfaat, baik bagi pasien maupun tenaga medis. Penguasaan teknik ini akan semakin meningkatkan kualitas layanan bedah dan memberikan dampak positif bagi percepatan transformasi kesehatan nasional.

“Workshop Laparoscopy Basic Advanced ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen kita bersama dalam mendukung pengembangan kompetensi ahli bedah di Indonesia, khususnya dalam penguasaan teknik laparoskopi,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua pada Workshop Laparoscopy Basic Advanced P2B2 PABI XXI di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (24/9).

Tema yang diangkat pada P2B2 PABI XXI kali ini yaitu “Peran Ahli Bedah dalam Transformasi Kesehatan Nasional”, sebut Dovy, relevan dengan kondisi saat ini. “Kita tidak kalah dengan negara lain. Termasuk kemajuan laparoskopi. Dan kita sudah mengetahui bagaimana manfaat laparoskopi ini pada bidang medis khususnya bedah.

Tentu hal ini sangat penting agar sejawat bisa menguasai ilmu laparoskopi ini. Termasuk  salah satunya nanti adalah robotic surgery,” ucapnya.

Dovy juga memaparkan RSUP Dr M Djamil merupakan rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan dan rumah sakit terbesar di Sumatera Bagian Tengah. “Makanya kami melihat kebutuhan-kebutuhan laparoskopi yang akan menjadi sesuatu hal yang harus dipenuhi. Nantinya layanan kepada pasien lebih presisi,” ungkap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Oleh karena itu, tutur Dovy, teman sejawat perlu dibekali dengan pelatihan-pelatihan laparoskopi. “Penguasaan laparoskopi ini akan meningkatkan kualitas layanan bedah dan memberikan dampak positif bagi percepatan transformasi kesehatan nasional,” harapnya.

Tentunya, sebut Dovy, melalui forum ilmiah ini, akan lahir inovasi dan terobosan baru di bidang ilmu bedah yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. “Para ahli bedah diharapkan untuk terus mengembangkan kompetensi dan memperluas wawasan di bidang ilmu bedah,” harap Dovy.

Direktur Kursus Dr dr Barlian Sutedja Sp B mengatakan workshop ini untuk ke-55 kali diadakan. Karena penting untuk pengembangan kompetensi dalam bedah laparoskopi. “Ini akan tetap kita terus lanjutkan. Karena hal ini penting untuk  pengembangan bedah laparoskopi berkelanjutan,” tutur Dr dr Barlian.

Sementara Ketua Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopik Indonesia (PBEI) Dr Errawan Wiradisuria SpB KBD MKes mengatakan PBEI bekerja sama dengan PABI mengadakan worskhop laparoskopi ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi teman sejawat dalam hal bedah laparoskopi. “Diakui bedah laparoskopi kita ini sudah ketinggalan 20 tahun dengan negara-negara lain. Tapi nggak apa-apa. Lebih baik kita terlambat daripada tidak sama sekali,” tegasnya.

Bedah laparoskopi ini, sebut Dr Errawan, hampir semua rumah sakit di Indonesia sudah punya. Kecuali di daerah terpelosok. “Bedah laparoskopi ini memang diminati oleh para semua pasien. Tentu kita tidak melakukan bedah besar tapi dengan bedah minimal invasif,” tukasnya.

Diketahui, Worskhop Laparoscopy Basic Advanced ini merupakan rangkaian P2B2 PABI XXI yang dipusatkan di Kota Padang. Workshop tersebut berlangsung hingga 25 September. Usai workshop, diagendakan Simposium 26-28 September, Podium 26-27 September dan Gala Dinner pada 27 September. (*)

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan Tim Standarisasi LPKRA

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan Tim Standardisasi Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalas Rawat Jalan, Senin (23/9). Kunjungan tim ini dalam rangka audit kedua pemenuhan dan pengukuran standar perlindungan khusus ramah anak.

“Kunjungan tim auditor ini mendukung upaya yang kita lakukan bersama sebagai bagian dari komitmen memberikan perlindungan khusus dan pelayanan terbaik bagi anak-anak. Terutama dalam situasi krisis yang membutuhkan perhatian dan penanganan cepat serta tepat,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Direktur Layanan Operasional drg Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajer dan Asisten Manajer serta Tim Pusat Krisis Terpadu RSUP Dr M Djamil.

Sementara Tim Standardisasi LPKRA yakni M Bascharul Asana sebagai Ketua Tim Audit bersama anggota tim auditor Hasan Catur, Drs Hamidi S dan Galang.

Mewakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Dianawati Lasmindar, mewakili Kementerian Kesehatan Yosnelli. Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Sumbar Desra Elena.

Selain diskusi di Ruang Rapat Direksi, tim Standardisasi LPKRA didampingi Tim Pusat Krisis Terpadu RSUP Dr M Djamil juga melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Gawat Darurat dan Pusat Krisis Terpadu.

Dovy mengatakan kunjungan audit kedua Tim Standardisasi LPKRA ini merupakan langkah penting dalam memastikan pemenuhan standar yang telah ditetapkan. “Kami di RSUP Dr M Djamil Padang, khususnya di Pusat Krisis Terpadu, berkomitmen untuk mengikuti seluruh proses evaluasi dan audit. Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam menjalankan fungsi sebagai institusi yang ramah anak dan peduli terhadap perlindungan khusus anak serta memastikan bahwa kami memenuhi standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

Ia mengatakan disadari anak-anak adalah kelompok yang rentan dan membutuhkan perlindungan khusus, terutama ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan beri perhatian lebih.

“Kita berharap, kolaborasi dan sinergi yang baik antara RSUP Dr M Djamil dan Tim Standardisasi LPKRA serta stakeholder terkait diharapkan dapat terwujudnya layanan kesehatan yang ramah anak dan memastikan setiap anak mendapatkan haknya secara optimal,” harap Dovy.

Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Sumbar Desra Elena mengatakan kunjungan ini langkah penting dalam memastikan bahwa lembaga-lembaga yang berperan dalam perlindungan anak di Sumbar dapat berfungsi secara optimal dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan audit kedua ini yang merupakan bagian dari upaya penting memastikan pemenuhan hak anak pada lembaga ini telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Audit kedua ini juga memberikan kesempatan untuk memperoleh umpan balik yang konstruktif,” ungkap Desra Elena.

Ia berharap hasil dari audit ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang sejauhmana standar perlindungan anak telah diterapkan. Dan apa saja langkah-langkah perbaikan yang dilakukan.

“Dengan begitu RSUP Dr M Djamil menjadi contoh lembaga yang responsif terhadap hak-hak anak di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, mewakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Dianawati Lasmindar mengatakan pihaknya mengapresiasi RSUP Dr M Djamil sudah berproses serius sejak awal. “Proses audit ini dilakukan bukan untuk melihat sesuatu yang benar atau salah. Tetapi ini langkah dari kami KPPPA bahwa ini adalah proses pembinaan. Jadi harapan kami ini berproses terus dengan sistem dan mekanisme tetap berjalan,” tukas Dianawati. (*)

RSUP Dr M Djamil, RS Koordinator Jejaring dan Pemprov Sumbar Teken Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja

RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit pengampu regional bersama Rumah Sakit Koordinator Jejaring Pengampuan (RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita dan RSPI Prof Dr Sulianti Saroso) dan Pemprov Sumbar menandatangani nota kesepakatan dan rencana kerja layanan prioritas kesehatan. Yakni kesehatan ibu dan anak, penyakit infeksi emerging, diabetes melitus dan gastrohepatologi.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Dr dr Arif Rahman Sadad SpKF (K) MSi MED SH DHM, Hukormas RSAB Harapan Kita Glaudia Sandra dan Direktur Utama RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dr Alvin Kosasih SpP (K) M K M.

Kerja sama pengampuan tersebut terdiri dari  RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk jejaring pengampuan layanan diabetes, dan gastrohepatologi, RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta untuk jejaring pengampuan layanan kesehatan ibu dan anak. RS Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso Jakarta untuk jejaring pengampuan layanan infeksi emerging.

Kemudian juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman layanan pengampuan penyakit infeksi emeging antara Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua dengan Direktur Utama RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dr Alvin Kosasih SpP (K) M K M.

Turut disaksikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr Maria Endang Sumiwi MPH dan mewakili Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan dr Budhi Suryadharma SH MH Kes FISQua.  Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil drg Ade Palupi Muchtar MARS, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS dan Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas RSUP Dr M Djamil Nova Afriani SH MH.

“Saat ini rumah sakit tipe A membantu rumah sakit provinsi. Nantinya rumah sakit provinsi akan membantu rumah sakit kabupaten kota. Sehingga semua terayomi dalam layanan kesehatan. Baik layanannya, kelengkapan sumber daya manusia, dan kelengkapan peralatannya menjadi perhatian bersama,” kat Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah usai pembukaan Rakerskesda Sumbar di The ZHM Premiere Padang, Minggu (22/9) malam.

Dengan adanya kolaborasi ini nanti, tutur Gubernur, pelayanan dan kelengakapan pekayanan di rumah sakit akan meningkat dan menjadi lebih baik. Bahkan melalui kolaborasi ini juga akan saling membackup sumber daya manusia.

“Ketika kekurangan sumber daya manusia di rumah sakit provinsi akan dibackup oleh rumah sakit tipe A. Itulah komitmen yang ditandatangani dengan RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita, RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dan RSUP Dr M Djamil,” ucap Mahyeldi.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini didasari program Kementerian Kesehatan pilar kedua untuk layanan rujukan, RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit pengampu di regional Sumatera bagiah Tengah.

“Alhamdulillah, RSUP Dr M Djamil sudah paripurna untuk Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi (KJSU). Tugas kita adalah membina rumah sakit jejaring agar bisa  meningkatkan layanan dia terutama untuk  madya dan utama,” tutur Dovy.

Dokter spesialis Fetomaternal ini mengatakan  diharapkan nantinya layanan kesehatan tersebut akan merata dan bisa diberikan layanan kepada masyarakat. “Tentunya sesuai dengan program yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Terkait penandatanganan MoU dengan RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Dovy mengatakan sebagai rumah sakit yang diampu oleh RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dalam layanan penyakit infeksi emerging, rumah sakit ini bisa meningkatkan surveilans terkait dengan penyakit infeksi emerging.

“Tentu kita sudah mempunyai pengalaman dalam pengelolaan Covid-19. Ini yang harus kita kelola dan pertahankan,” tukasnya.(*)

Rencana Perluasan, RSUP M Djamil Lakukan Pertemuan dengan Jijia Healthcare

RSUP Dr M Djamil melakukan pertemuan dengan PT Jijia Healthcare Indonesia di Ruang Rapat Direksi, Jumat (20/9). Pertemuan tersebut untuk menjajaki kerja sama rencana perluasan dan pengembangan fasilitas kesehatan rumah sakit yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Jati Kota Padang ini.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal yang positif dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat, khususnya di RSUP Dr M Djamil Padang,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Dalam pertemuan itu hadir Ms Wu Weixing (PT Jijia Healthcare Indonesia), Mr Brent Xiong (Deputy General Manajer China Tiesiju Civil Engineering Group), Mr Xie Haifei (China Tiesiju Civil Engineering Group). Kemudian Mr Wu Yingsheng dan Mr Albert Joseph (PT Buana Medika Utama) dan Anandya Dipo Pratama (DPR).

Sementara dari RSUP Dr M Djamil dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K), Manajer dan Asisten Manajer, Kepala Komite dan Kepala Instalasi.

Ia mengatakan pihaknya menyadari di era globalisasi saat ini, kemitraan dengan pihak swasta, termasuk investor dari luar negeri, diperlukan untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan peralatan medis rumah sakit. “Rencana perluasan rumah sakit dan pengembangan fasilitas kesehatan RSUP Dr M Djamil bertujuan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis,” tutur Dovy.

Ia berharap melalui pertemuan ini dapat menggali lebih dalam tentang kebutuhan rumah sakit. Sekaligus memahami lebih lanjut potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.

“Kami percaya keahlian dan pengalaman yang dimiliki PT Jijia Healthcare Indonesia akan memberikan kontribusi positif. Tidak hanya dalam bentuk peningkatan fasilitas dan peralatan medis, tetapi juga dalam memperkuat kapasitas pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat,” ucap dokter spesialis Fetomaternal ini.

Dovy juga berharap pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang saling menguntungkan serta membuka peluang untuk membangun model kemitraan bisnis yang strategis dan berkelanjutan. “Kami juga yakin bahwa kolaborasi kita dapat menghasilkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSUP Dr M Djamil Padang,” tuturnya.

Diketahui, RSUP Dr M Djamil merupakan salah satu rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan dan menjadi rumah sakit rujukan utama di lima provinsi Sumatera, terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang unggul kepada masyarakat. Rumah sakit ini pun menjadi pengampuan dari empat penyakit fokus Kemenkes. Yakni penyakit jantung, stroke, kanker dan uronefrologi, serta lima pengampuan lainnya.

Beberapa layanan unggulan rumah sakit ini antara lain Pusat Pelayanan Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak, Pelayanan Onkologi Terpadu, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Pelayanan Transplantasi Organ, dan Layanan Pengobatan Regeneratif dan Terapi Sel.

RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit tipe A juga telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Termasuk dalam kategori Rumah Sakit Pendidikan yang memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/ atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi. (*)

Peringatan Maulid Nabi, Dirut M Djamil : Mari Teladani Sifat Nabi Muhammad SAW

RSUP Dr M Djamil memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy Syifa kompleks rumah sakit, Jumat (20/9). Dalam peringatan Maulid Nabi ini diharapkan civitas hospitalia rumah sakit meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad Allah SWT.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW penting di era modern saat ini. Kita harus tetap menjalankan nilai-nilai yang sudah disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat memberikan sambutan.

Peringatan Maulid Nabi ini bertindak sebagai ustad adalah ustad Martoni SPd MA yang mengupas tentang Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani. Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) dan civitas hospitalia.

Nilai-nilai tersebut, tutur Dovy, nila kejujuran dan nilai kasih sayang. “Dan bagaimana civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil mengimplementasikanya. Tentu untuk kepuasan pasien dan keluarga pasien yang datang ke rumah sakit ini,” ucapnya.

Dokter Spesialis Fetomaternal ini mengatakan didalam pengimplementasiannya diharapkan apa yang civitas hospitalia lakukan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Sekaligus menimbulkan rasa empati dan melayani pasien dan keluarga pasien,” harap Dovy.

Sementara, Ustad Martoni SPd MA mengupas sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang terkandung dalam Surat Ali Imran ayat 159. Pertama, Rasulullah SAW tetap bersikap lemah lembut dan tidak marah kepada sebagian kaum Muslimin yang melakukan pelanggaran dalam keadaan genting Perang Uhud. Bahkan beliau memaafkannya dan memohonkan ampun untuk mereka.

“Dalam tafsir Ibnu Katsir, sikap lemah lembut yang ditunjukkan Nabi SAW adalah salah satu rahmat Allah kepada makhluk-Nya. Perilaku tersebut patut diteladani umat Islam pada saat ini,” ucapnya

Kedua, sikap lemah lembut, rasa rahmat, belas kasihan, dan cinta kasih yang ditanamkan Allah SWT kepada Rasulullah ini mempengaruhi sikap beliau dalam memimpin. Sikap tersebut mempengaruhi cara kepemimpinan seseorang.

“Ketiga, Rasulullah SAW selalu bermusyawarah dalam segala hal, terlebih dalam urusan peperangan. Hal ini merupakan anjuran bagi umat Islam, untuk senantiasa bermusyawarah atau berdiskusi dalam segala hal sebelum mengambil keputusan,” paparnya.

Martoni menyebutkan keempat, musyawarah merupakan salah satu cara untuk mengambil kesepakatan bersama. Kelima, anjuran untuk patuh terhadap kesepakatan dari hasil musyawarah yang telah dilakukan.

“Ke enam, bertawakal sepenuhnya kepada Allah karena Dia adalah pemberi pertolongan dan pembela bagi hamba-Nya,” tukas Martoni.(*)

RSUP Dr M Djamil Terima Kunjungan dari Tim Pengampuan Kemenkes

RSUP Dr M Djamil menerima kunjungan dari tim pengampuan Kementerian Kesehatan RI di Aula Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalas Rawat Jalan, Kamis (19/9). Kunjungan tim pengampuan ini dalam rangka monitoring dan evalusi gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging (PIE).

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT KL (K) menyambut kedatangan rombongan tim pengampuan. Yakni mewakili Direktorat Pelayanan Rujukan dr Dessy Fardalenawaty, DR dr Andri Sanityoso Sulaiman SpPD KGEH FINASIM (Kepala Pengampu RSUPN Cipto Mangunkusumo), dr Fahrina MKM (tim Kemenkes), dan Siti Wulandari SSos (tim Kemenkes).

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung program transformasi sistem kesehatan yang sedang diusung oleh Kementerian Kesehatan,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Transformasi sistem kesehatan khususnya dalam pelayanan rujukan, tutur Dovy, merupakan salah satu pilar yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. “Melalui penguatan stratifikasi dan jejaring pengampuan, kita berkomitmen untuk memastikan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan 10 penyakit prioritas, termasuk Gastrohepatologi dan Penyakit Infeksi Emerging, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” sebutnya.

Ia menekankan RSUP Dr M Djamil Padang, sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Barat, berperan penting dalam memastikan pelayanan kesehatan di bidang Gastrohepatologi dan PIE dapat terus ditingkatkan. “Kami telah berupaya mempersiapkan berbagai aspek, baik dalam hal sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan inovasi layanan kesehatan,” kata dokter spesialis Fetomaternal ini.

Ia mengatakan pihaknya menyadari peran pengampuan dan jejaring pelayanan sangat krusial dalam menjawab tantangan di era globalisasi, khususnya terkait dengan penyakit infeksi yang terus berkembang. “Oleh karena itu, melalui monitoring dan evaluasi ini, kami berharap bisa mendapatkan masukan yang konstruktif untuk perbaikan ke depannya,” harapnya.

Ia menekankan pihaknya siap untuk berkolaborasi secara aktif, berbagi data dan informasi, serta belajar dari seluruh proses ini demi tercapainya pelayanan kesehatan yang lebih baik. “Dan kami berkomitmen untuk memastikan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan 10 penyakit prioritas, termasuk Gastrohepatologi dan Penyakit Infeksi Emerging, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tuturnya.

Mewakili Direktorat Pelayanan Rujukan Kementerian Kesehatan dr Dessy Fardalenawaty mengatakan tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah mengevaluasi proses kegiatan khususnya trisemester pertama 2024. “Dan diharapkan setelah monev ini akan ada rekomendasi guna meningkatkan dan mengembangkan program dari pengampuan layanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging,” harapnya.

Ia mengatakan rumah sakit pengampu dan diampu yang tergabung dalam jejaring ini akan berkolaborasi melaksanakan pelayanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging secara terpadu.

“Suatu sistem pengampuan oleh rumah sakit yang mempunyai kemampuan yang tinggi dalam pelayanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging kepada rumah sakit yang diampu berdasar sistem stratifikasi sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia, sarana prasarana dan alat kesehatan serta ketersediaan layanan kesehatan,” ucap dr Dessy.

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr Fionaliza MKM mengatakan Pemprov Sumbar bersyukur dengan kebijakan Kementerian Kesehatan terkait dengan proses pengampuan ini dalam upaya meningkatkan kemampuan dari rumah sakit-rumah sakit milik Provinsi Sumbar.

“Di Sumbar telah ditunjuk satu rumah sakit yang menjadi target utama untuk pelayanan gastrohepatologi dan penyakit infeksi emerging dan tujuh penyakit lainnya. Yakni RS Achmad Mochtar yang InshaAllah menjadi salah satu kunjungan dari tim pengampu Kementerian Kesehatan. Dan rumah sakit lainnya untuk gastrohepatologi dan PIE ini adalah RS Pariaman dan RS M Natsir Kabupaten Solok dengan target madya,” papar dr Fio.

Ia berharap dengan kunjungan tersebut akan memperkuat sumber daya manusia tapi juga pemenuhan standar peralatan serta memberikan masukan dala peningkatan dua layanan tersebut. “Selain dari RSUP Dr M Djamil sendiri yang telah banyak membantu dalam kegiatan ini,” tukasnya. (*)

Pemenuhan Kebutuhan Darah Prioritas Utama RSUP Dr M Djamil

RSUP M Djamil menjadikan pemenuhan kebutuhan darah sebagai salah satu program prioritas utama rumah sakit. Ini guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan membantu menyelamatkan pasien.

“Pemenuhan kebutuhan darah menjadi prioritas utama rumah sakit ini,” tegas Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

Ia mengatakan RSUP Dr M Djamil membutuhkan 5.000 kantong darah setiap bulannya. Tentunya itu dicukupi dengan usaha membentuk jejaring dengan semua instansi di wilayah Sumbar.

“Program ke depan rumah sakit, bersama Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSUP Dr M Djamil akan mengadakan kerja sama dengan berbagai instansi di Sumbar. Sehingga nanti misi kemanusiaan ini bisa dilaksanakan,” harap Dovy.

Ia menekankan memang dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai instansi di Sumbar. “Dengan harapan, stok darah terpenuhi dan bisa dimanfaatkan untuk pasien yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara Kepala UTDRS RSUP Dr M Djamil Dr dr Zelly Dia Rofinda SpPK Subsp BDKT(K) Subsp HK(K) menjelaskan stok darah di UTD RSUP Dr M Djamil memang masih butuh ditingkatkan dari stock yang dibutuhkan. Ini dikarenakan kebutuhan darah untuk pasien yang sangat banyak.

“Kita masih mendapatkan suplai darah dari PMI yang kadang-kadang juga kekurangan stok. Sehingga kita meminta donor pengganti pada keluarga pasien,” ungkapnya.

Ia mengatakan upaya untuk memenuhi kebutuhan stok darah adalah dengan mengadakan kegiatan donor darah keluar rumah sakit, menjalin kerja sama dengan beberapa instansi untuk kegiatan donor darah. “Selain juga mengontak PMI,” tukas Zelly.(

Civitas Hospitalia M Djamil Dibekali Tips Menemukan Novelty Penelitian

Staf medis maupun nonmedis dalam beberapa tahun terakhir telah banyak melakukan penelitian. Bahkan telah sampai pada tahap publikasi baik nasional dan internasional pada jurnal bereputasi. Akan tetapi masih terdapat peneliti yang masih belum memahami secara mendalam tentang metode penelitian yang sesuai dengan kaidah sebenarnya.

“Metode penelitian dapat diartikan sebagai proses memilih cara yang spesifik untuk menyelesaikan permasalahan dalam menjalankan riset. Mengetahui metode penelitian yang tepat tentunya akan membantu para peneliti dalam menyelesaikan hasil penelitiannya,” kata Manager Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan dr Zulda Musyarifah SpPA saat Workshop Rapid Class#2 Riset Aktual, Progresif, Interaktif dan Update di Aula Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (18/9).

Makanya, tutur dr Zulda, tim litbang bersama tim diklat RSUP Dr Djamil Padang memberikan fasilitas berupa Research Class. Agar  menghasilkan penelitian yang bermutu dan berkualitas tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan serta diimplementasikan untuk pelayanan maupun manajemen.

“Workshop yang diikuti seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil ini merupakan serial workshop yang terbagi atas empat series. Series pertama ini merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya,” tuturnya.

Ia mengatakan tujuan Workshop Rapid Class#2 adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan civitas hospitalia tentang bagaimana menemukan novelty atau pun menemukan penelitian-penelitian. “Kemudian juga untuk mengelola penelitian sampai nanti analisis data dan sebagainya,” ucapnya.

Dalam menemukan novelty, tuturnya, sudah banyak cara menemukannya. Seperti aplikasi-aplikasi artificial intelligence (AI) yang bisa digunakan untuk menemukan sesuatu yang baru dari penelitian.

“Mungkin cara lamanya kita bisa melihat dan membaca jurnal-jurnal penelitian atau penelitian terdahulu. Tetapi dengan adanya kecanggihan teknologi kita bisa menemukan itu berdasar dari rekomendasi AI tersebut.

Perihal tersebut salah satu menjadi bahan materi workshop pada hari ini,” sebutnya.

dr Zulda memaparkan novelty itu dapat diartikan dengan pembaruan dalam sebuah penelitian. Dengan adanya novelty atau pembaruan dari tema-tema penelitian itu akan menciptakan sebuah produk inovasi baru yang belum pernah terpikirkan untuk diteliti.

“Mudah-mudahan melalui workshop ini peserta mendapatkan insght atau ide-ide baru yang belum pernah dipikirkan atau dilakukan penelitian,” harap dr Zulda.

Workshop ini menghadirkan narasumber Konsultan Penelitian RSUP Dr M Djamil, Dr Ricvan Dana Nindrea SKM MKes MSc FRSPH. Ia menyajikan materi terkait tips dan trik menemukan novelty dan research quetion dalam penelitian; ulik artikel penelitian.

Sebagaimana diketahui, RSUP Dr M Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama mengemban tugas dalam menyelenggarakan kegiatan penelitian. Dalam melaksanakan tugas tersebut, RSUP Dr M Djamil menetapkan Komite Etik Penelitian (KEP) dan Kelompok Substansi Pendidikan dan Penelitian sebagai unit kerja yang bertugas memfasilitasi serta menyelenggarakan kegiatan penelitian.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45