Cegah Kematian Ibu dan Anak dengan Sisrute Ponek Terintegrasi

Dinkes Sumbar : Kami menyambut baik adanya pengembangan Sisrute Ponek

RSMDJ — Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil Padang gelar kegiatan Penguatan Ponek Terintegrasi Untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gedung adminstrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (17/5).

Kegiatan yang diikuti Perwakilan rumah sakit dan Dinkes se-Sumbar dibuka langsun Direktur pelayana medik, keparawatan dan penunjang RSUP Dr M Djamil, dr. Rose Dinda Martini SpPD K-Ger, FINASIM.

Dalam kesempatan itu dipaparkannya, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Sumbar mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2021 di banding tahun 2020.

Dikatakan dr Rose, ada dua penyebab utama dari peningkatan jumlah kasus kematian ibu dan bayi, yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Untuk penyebab langsung, kasus kematian ibu dan bayi didominasi oleh kasus positif Covid-19 dan pendarahan.

“Tentunya peningkatan jumlah kasus kematian ibu dan bayi tersebut sangat memprihatinkan. Selain itu berdasarkan indikator nasional, angka kematian ibu dan bayi sangat tinggi, termasuk Sumbar,” jelasnya.

dr Rose mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam rangka menekan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah meningkatkan layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (Ponek) yang terstruktur dan terintegrasi di seluruh fasilitas kesehatan di Provinsi Sumbar.

“Jadi kami menyelenggarakan kegiatan peningkatan dan penguatan pelayanan Ponek atau pelayanan bagi ibu-ibu hamil yang berisiko agar ibu dan anak selamat dalam proses persalinan dan lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan (Dinkes) se-Sumbar,” katanya.

Ditambahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah menargetkan kepada pemerintah daerah untuk sesegera mungkin menurunkan angka kematian ibu dan bayi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk rumah sakit yakni di bawah 2 persen.

Untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi tersebut maka layanan Ponek dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) di tingkat Puskesmas harus diintegrasikan agar ibu dan bayi bisa selamat dalam proses persalinan dan lainnya.

Ia mengungkapkan, RSUP dr. M. Djamil Padang sebagai rumah sakit pengampu di Provinsi Sumbar selalu siap jika nanti rumah sakit dan puskesmas di daerah ingin berkonsultasi terkait permasalahan kesehatan ibu dan bayi.

“Kan ibu hamil yang berisiko ditangani terlebih dahulu di tingkat bidan atau puskesmas, jika nanti ibu hamil itu memiliki gejala kesehatan yang parah dan berisiko, tentu harus segera dirujuk ke rumah sakit daerah atau ke RSUP,” ujar Rose.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada semua pihak agar jangan terlambat membawa pasien ibu dan bayi ke RSUP dr. M. Djamil Padang agar ibu dan bayi tersebut bisa diselamatkan.

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumbar Fionaliza dalam sambutannyamengungkapkan factor kematian ibu pada tahun 2021 didominasi oleh positif Covid-19, pendarahan dan hipertensi, sedangkan untuk bayi, penyebab kematian disebabkan oleh salah satunya Asfiksia.

Dijelaskan, berbagai upaya telah dilakukan baik dari Kemenkes maupun Dinkes berupa kebijakan transformasi kesehatan yang salah satunya transformasi pada rujukan.

“Kami menyambut baik adanya pengembangan dari Sisrute Ponek ini. Dan kami berharap dengan kegiatan ini, Sisrute bisa menekan kematian ibu dan bayi akibat faktor langsung dan tidak langsung,” tukasnya. (RSMDJ/Khairian)

SOSIALISASI : Perwakilan rumah sakit dan Dinkes se-Sumbar mengikuti kegiatan Penguatan Ponek Terintegrasi Untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi Sumbar di RSUP dr. M. Djamil Padang.

“World Hearing Day” Ayo Peduli Kesehatan Pendengaran

“To Hear for life, listen with care”.

RSMDJ — Dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia 2022 (World Hearing Day) Bagian THT-KL RSUP Dr M Djamil Padang gelar serangkaian kegiatan.

Rangkaian kegiatan peringatan tersebut juga bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia (PERDAHI-KL) Cabang Sumatera Barat. Untuk tahun ini  World Hearing Day 2022 mengangkat tema “To Hear for life, listen with care”.

“Ya ini merupakan rangkain kegiatan peringatan hari pendengaran sedunia yang jatuh setiap 3 Maret,  banyak rangkaian kegiatan yang kita gelar, termasuk hari ini lomba edukasi melaui podcast,”ujar Dr dr Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) FICS KSM THT-KL RSUP Dr M Djamil, Rabu (30/3).

Diakuinya, permasalahan gangguan pendengaran merupakan masalah besar yang terjadi di Indonesia. Untuk itu pihaknya mengundang siswa sekolah, melakukan edukasi tentang permasalahan gangguan pendengaran.

“Kita mengundang sekolah di kota Padang, melakukan edukasi, aksi bersih telinga, dan hari ini kita melakukan edukasi secara nasional melalui podcast yang kita rekam dan ditayangkan di chanel Youtube kita dan siapa yang terbaik itulah menjadi pemenang,” terangnya.

Dr Bestari berharap bahwa kegiatan tersebut bukan hanya perlombaan, namun diharapkan para siswa mampu dan mengerti untuk peduli pendengaran sehingga dapat melakukan edukasi dilingkungan tentang pentingnya menjaga pendengaran.

Diungkapnnya, hampir 30 persen penduduk di Kota Padang mengalami gangguan pendengaran mulai ditingkat ringan sedang maupun berat. Hal itu dipicu dari gaya hidup yang tidak normal seperti mendengarkan music keras lebih dari 10 jam, penggunaan headset, infeksi dan factor pemicu lainnya.

“Untuk kami mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli menjaga kesehatan pendengaran dan menghindari factor-faktor pemicu gangguan pendengaran tersebut,”tuturnya.

Annisa Khalifa, salah seorang siswa SMA 5 kota Padang mengaku sangat senang dengan gelaran kegiatan dan edukasi kesehatan pendengaran yang digelar. Menurutnya hal itu sangat penting mengingat banyak hal yang belum diketahuinya tentang factor-faktor penyebab gangguan pendengaran.

“Sangat senang dan sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman, semoga kita semua terjaga dan terbebas dari gangguan pendengaran,”cetus siswa kelas XI itu. (RSMDJ/Khairian)

BIGStar RSUP Dr M Djamil Raih “Most Voted Innovators”

BIGStar Lolos 5 Terbaik di ajang “Health Innovation Sprint Accelerator 2022″

RSMDJ —- RSUP Dr M Djamil Padang menoreh prestasi nasional melalui Big Data In Support Of Analytical Research (BIGStar). Inovasi ini meraih penghargaan Most Voted Innovators pada Demo Day “Health Innovation Sprint Accelerator 2022“.

Helatan ini sendiri diadakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi-Digital Transformation Office (Pusdatin-DTO) Kementerian Kesehatan RI.

Penghargaan tersebut diterima langsung  Direktur Umum, SDM, Pendidikan RSUP Dr M Djamil, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM dan diserahkan oleh Chief of DTO Kemenkes, Setiaji di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (24/3).

“Rasa syukur kami akan keberhasilan inovasi dan kreasi dari RSUP Dr M Djamil ini mendapatkan penghargaan Most Voted Innovators. Tentunya raihan ini dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumbar,” kata Direktur Umum, SDM, Pendidikan RSUP Dr M Djamil, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM.

Project Leader BIGStar ini mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wagub Sumbar, Direksi, manajemen, tenaga medis, dan paramedis RSUP Dr M Djamil, tim BIGStar serta staf atas dukungan terhadap inovasi BIGStar ini.

“Tentunya kepada semua pihak yang memberikan dukungan pada saat pengumpulan vote,” ucapnya.

Inovasi BIGStar ini, sebut dr. Dovy, merupakan bank data RSUP Dr M Djamil yang merangkum ekstraksi data rekam medis yang dimaknai ke dalam variabel-variabel penelitian. Sehingga, dapat dimanfaatkan oleh peneliti baik internal maupun eksternal dalam melakukan penelitian.

“Jadi, para peneliti dalam mengumpulkan data cukup mengakses BIGStar tanpa perlu mengakses dokumen medis secara langsung,” tutur dr. Dovy.

Dr. Dovy mengatakan keunggulan BIGStar yakni data yang tersedia dalam jumlah besar hingga ribuan set. Penyediaan data tinggal ekstraksi via download data pada dashboard.

“Ekstraksi data cepat dan tepat serta tidak perlu mengakses dokumen medis secara langsung (dokumen medis rahasia),” papar Ketua POGI Sumbar ini.

Untuk diketahui, kata dr Dovy, inovasi BIGStar ini sudah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Bahkan, sudah terpublikasi di 10 publikasi internasional tahun 2021,” ungkapnya.

Dr Dovy menyebutkan rencana ke depannya baik internal, lokal maupun nasional dan internasional terhadap inovasi BIGStar ini. Untuk internal berupa mengembangkan dataset pada data pelayanan lainnya yaitu kanker, kardiovaskuler dan KIA.

“Meningkatkan penelitian staf dalam peningkatan pelayanan RSUP Dr M Djamil (dibuktikan dengan penelitian internasional terpublikasi),” sebutnya.

Untuk lokal, meningkatkan kerja sama lokal untuk membentuk academic health system. Tentunya melalui training kepada staf medis dan dosen FK Unand terkait penelitian. Meningkatkan kerja sama dan kolaborasi penelitian dengan institusi lokal dengan pemanfaatan BIGStar.

“Untuk nasional dan internasional berupa meningkatkan kerja sama dan kolaborasi penelitian dengan RS vertikal lainnya. Baik yang ada di Indonesia bahkan internasional dengan pemanfaatan BIGStar,” tegas dr Dovy.

Sementara Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengucapkan selamat kepada lima inovasi yang terpilih dalam Demo Day “Health Innovation Sprint Accelerator 2022”.

“Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memetakan dan menginkubasi inovasi-inovasi digital unggulan di bidang teknologi kesehatan. Tentunya ini dalam rangka membangun ekosistem inovasi,” ucapnya.

Ditambahkan Chief of DTO Kemenkes, Setiaji, ke depan, kelima tim ini akan diakomodir oleh Kemenkes dalam program regulatory sandbox.

“Ini untuk mengakomodasi upaya inovasi hingga hilirisasi produk yang tengah dikembangkan kepada masyarakat dan fasilitas kesehatan yang ada,” tuturnya.

Untuk diketahui, Health Innovation Sprint Accelerator 2022 ini telah berjalan sejak bulan Januari 2022, dan berhasil menjaring 105 inovasi bidang teknologi kesehatan.

Kemudian dikerucutkan menjadi 15 inovator yang diseleksi dan telah mengikuti roadshow di Medan, Bandung, Surabaya hingga Makassar pada 2 hingga 15 Maret 2022 lalu.(RSMDJ/Khairian/Rel)

RSUP M Djamil Padang Launching Layanan Kesehatan “Derma Djamil”, Klinik Estetika dan Gizi Klinis

Menggunakan Alat tercanggih dan Satu-satunya di Sumbar

RSMDJ — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang Lounching layanan kesehatan estetika dan gizi klinis. Layanan perawatan kecantikan dan tubuh ini diberi nama Derma Djamil yang siap melayani masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) dengan alat tercanggih. Kemarin (16/3), dilakukan peresmian operasional klinik estetika Derma Djamil

Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM mengatakan, alat tercanggih ini merupakan laser bernama Fotona Dynamis. Alat ini baru satu-satunya ada di Sumbar yakni dimiliki RSUP M Djamil.

“Ini suatu pelayanan yang terbaru, tercanggih. Ini suatu loncatan bagaimana RSUP M Djamil memberikan layanan-layanan yang terbaik di luar JKN,” ujar Dovy usai peluncuran Derma Djamil, Rabu (16/3/2022).

Menurut dr Dovy, pangsa pasar untuk layanan estetika di Sumbar saat ini belum terakomodir dengan baik. Dengan hadirnya Derma Djamil, setidaknya menjadi pilihan bagi masyarakat.

“Kami berharap, pasien-pasien atau masyarakat yang berobat ke luar Sumbar kini bisa dialihkan ke RSUP M Djamil. Kami tidak tertinggal dengan alat dan SDM yang ada,” ungkapnya.

“Kami bertekad semua jajaran direksi dan manajemen serta semua, khususnya di Derma Djamil untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sumbar,” sambung Dovy.

Bagi RSUP M Djamil, kata Dovy, layanan kesehatan di Sumbar adalah prioritas utama begitupun ke depannya pada layanan estetika. Derma Djamil juga telah menyiapkan sembilan dokter spesialis.

“Saya melihat dari segi spesifikasi perawatan kulit wajah itu bukan bicara hal instan. Tetapi bicara nanti bagaimana tim tim medis yang sudah sub spesialisasi kami punya ini memberikan bukti bahwa mengerjakan suatu kecantikan butuh tahapannya,” katanya.

RSUP M Djamil juga tidak hanya fokus ke layanan estetika, tapi hadirnya Derma Djamil mampu melayani semua penyakit kulit lainnya seperti tumor jinak, infeksi, jamur di kuku yang nantinya diatasi mengunakan laser canggih.

Salah seorang dokter spesialis kulit di Derma Djamil dr. Gardenia Akhyar, Sp.KK(K), menambahkan, selain estetika, Derma Djamil juga melayani pasien dengan keluhan penyakit kulit.

“Hampir semua penyakit kulit kita layani di Derma Djamil, seperti tumor jinak, infeksi jamur di kuku, itu kita bisa layani dengan laser kita yang terbaru dan satu-satu nya di Sumbar,” terangnya. (RSMDJ/Khairian)

“BIGStar”, Inovasi RSUP Dr. M. Djamil Tembus 15 Besar Health Innovation Sprint Accelerator 2022

Ayo Dukung berikan vote kepada BIGStar melalui link codebox.id

RSMDJ — Aplikasi BIGStar dari RSUP Dr. M. Djamil berhasil masuk 15 besar pada gelaran Health Inovation Sprint Accelerator 2022, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Gelaran yang merupakan kerjasama dari Digital Transformation Office (DTO), United Nation Development Program (UNDP) Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI ini, merupakan ajang penilaian inovasi di bidang kesehatan Indonesia. Terdapat dua kategori yang dinilai pada gelaran kali ini, yakni kategori Health-Tech dan kategori Bio-Tech.

Dari total 105 team yang berpartisipasi pada Health Innovation Sprint Accelerator 2022 ini, aplikasi BIGStar yang diluncurkan oleh tim RSUP Dr. M. Djamil berhasil masuk dalam 15 besar. Selanjutnya aplikasi andalan dari RSUP Dr. M. Djamil ini akan berkompetisi dengan inovasi-inovasi lain dari seluruh rumah sakit terkemuka di Indonesia. Antara lain aplikasi Kidney Team dari RS Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Aplikasi BIGStar (Big Data in Support Analytical Research) sendiri adalah aplikasi yang diluncurkan oleh RSUP Dr. M. Djamil pada masa pandemi Covid-19, yang bertujuan untuk menghimpun data-data rekam medis pasien yang kemudian diolah ke dalam variabel untuk penelitian. Berbasis web dengan bigdata, BIGStar memberikan banyak kemudahan bagi peneliti di bidang kesehatan yang membutuhkan data yang valid dalam melakukan penelitian.

Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG(K), Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP Dr. M. Djamil, yang juga bertindak sebagai project leader aplikasi BIGStar ini menjelaskan, bahwa aplikasi ini memberikan begitu banyak kemudahan bagi peneliti kesehatan dalam melakukan research. Terutama pada masa pandemi Covid-19.

“Aplikasi ini benar-benar memberikan perubahan yang radikal bagi peneliti. Jika sebelumnya data penelitian itu diambil dari rekam medis yang masih berbentuk resume medis, melalui aplikasi ini data yang disajikan sudah berupa variabel, dan tersaji dalam bentuk big data. Sehingga memudahkan peneliti untuk melihat visual data penelitian yang diminati,” jelasnya.

Selain itu dokter yang menjabat di RSUP Dr. M. Djamil sejak 2019 ini juga menjelaskan, bahwa pada masa pandemi pengumpulan data penelitian ke rumah sakit juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti ilmu kesehatan. Hal ini dikarenakan rumah sakit adalah salah satu tempat dengan resiko penularan Covid-19 tertinggi.

“Nah, pada masa pandemi banyak orang dan peneliti yang takut sekali ke rumah sakit. Karena takut tertular Covid-19. Tapi melalui aplikasi BIGStar ini, peneliti bisa mengakses data penelitian yang mereka butuhkan dari mana saja. Sehingga dalam masa pandemi sekalipun, penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi dunia kesehatan tetap bisa berjalan,” tambahnya lagi.

Terakhir ia berharap akan dukungan seluruh masyarakat dan stakeholder Provinsi Sumatera Barat, agar aplikasi karya RSUP Dr. M. Djamil ini berhasil menjadi yang terbaik pada gelaran Health Inovation Sprint Accelerator 2022 ini, dengan memberikan vote kepada BIGStar melalui link codebox.id

“Terima kasih kepada Pemprov Sumbar, seluruh karyawan dan karyawati RSUP Dr. M. Djamil, serta seluruh masyarakat Sumbar, hingga kami berhasil di tahap ini. Semoga masyarakat ranah Minang berkenan memberikan vote untuk aplikasi BIGStar. Karena sekaligus bisa mengangkat nama Sumatera Barat di dunia kesehatan nasional,” tutup dokter lulusan Unand ini.

Bagi masyarakat Sumatera Barat yang ingin memberikan dukungannya kepada aplikasi BIGStar dari RSUP Dr. M. Djamil ini, bisa dengan cara klik codebox.id di atas, kemudian pilih menu voting yang ada di bagian kanan atas layar, isi kolom nama dan email anda, pilih atau klik aplikasi BIGStar, kemudian klik vote pada bagian tengah bawah layar, vote berakhir tanggal 22 maret 2022. (RSMDJ/Rel Diskominfotik Sumbar)

Semangat Perubahan, RSUP Dr M Djamil Komitmen Wujudkan Pelayanan Excellent

RSUP Dr M Djamil Padang Gelar Workshop Implementasi Pelayanan Publik

RSMDJ — Menyadari pentingnya pelayanan publik khususnya di lingkup pelayanan Kesehatan, RSUP Dr M Djamil melaksanakan workshop implementasi pelayanan public bagi tenaga kesehatan, tenaga kesehatan lainnya, tenaga penunjang, serta unsur pimpinan di lingkup RSUP Dr M Djamil Padang.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring itu dilaksanakan di Auditorium Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan selama dua hari, Rabu-Kamis (9-10/3). Dalam kegiatan ini bertindak langsung sebagai narasumber dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yakni Busroni, S.IP dan Prawito, SKM, MM.

Pelaksanaan pelayanan public merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap institusi sesuai dengan UU tentang pelayanan public tahun 2009 serta telah diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 33 tahun 2019 tentang panduan perilaku interaksi pelayanan public di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Workshop Implementasi pelayanan publik tersebut dibuka langsung Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil, Dr.dr Dovy Djanas, SpOG K-FM.

“Workshop ini momentum untuk menjadikan pelayanan RSUP Dr M DJamil lebih meningkat menjadikan pelayanan prima dan pelayanan Excellent, hal itu sesuai dengan Permenkes nomor 33 tahun 2019 tentang panduan layanan interaksi, sehingga perlu kita terjemahkan ke satuan kerja,”kata Direktur SPU RSUP Dr M Djamil, Dr. dr Dovy Djanas SpOG,KFM dalam sambutannya, Rabu (9/3).

Lebih lanjut dikatakan, keberadaaan RSUP Dr M Djamil sebagai salah satu RS Vertikal di lingkungan Kementerian Kesehatan RI sudah semestinya berpacu mengejar hal yang belum terlaksakan selama ini dalam pelaksanan pelayanan publik sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan.

“Berbicara pelayanan public adalah rangkian kegiatan yang harus dipenuhi dalam memberikan pelayanan menurut aturan dan Undang-undang, pelayanan public merubah manset, kita semua bisa menjadi pionir tranformasi pelayanan public di M Djamil ini, sehingga menjadi pelayanan public yang prima,”cetus dr Dovy.

Melalui worshop tersebut dr Dovy berharap kepada seluruh peserta dan kepada seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil dapat menjadikan sebagai semangat baru untuk melakukan perubahan sehingga dapat memenuhi aspek-aspek pemenuhan pelyanan public.

Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB selaku ketua Panitia dan juga merupakan kepala Pendidikan dan Pelatihan RSUP Dr M Djamil Padang menjelaskan kegiatan workshop dilaksanakan selama dua hari, kegiatan tersebut dalam rangka upaya mendukung program pemerintah memberikan layanan terbaik bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang dilayani. (Khairian/RSMDJ)

“Pencuri Penglihatan” Ayo Peduli Kesehatan Mata

Peringatan Hari Glaukoma Se-Dunia

RSMDJ — Dalam rangka memperingti Hari Glaukoma Se Dunia yang diperingati setiap tanggal 12 Maret, RSUP Dr M Djamil Padang gelar serangkian kegiatan peringatan “Pencuri Penglihatan” tersebut.

Kegiatan peringatan kerjasama KSM Bagian Mata RSUP Dr M Djamil, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Sumatera Barat dan Fakultas Kedokteran prodi Mata Unand tersebut diselenggarakan mulai 6 Maret hingga 12 Maret atau yang disebut  World Glaucoma Week.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Dr M Djamil Dr.dr Rose Dinda Martini, SpPD K-GER FINASIM serta dihadiri Direktur Utama Rumah Sakit Unand Dr.dr Yevri Zulfikar SpB, SpU, serta sejumlah dokter Mata dan para pengunjung.

“Gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua di dunia termasuk Indonesia. Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup jumlah kasus glaukoma diduga akan terus bertambah,”ujar Dr. dr Hidayat SpM (K) Kepala Staf Medis (KSM) Mata RSUP Dr M Djamil Padang dalam gelaran pembukaan kegiatan di Poliklinik rawat jalan RSUP Dr M Djamil Padang, Selasa (8/3).

Dijelaskannya, glaukoma adalah peningkatan tekanan intraokuler yang dapat menyebabkan degenerasi saraf optik atau kelainan dalam lapang pandang yang umumnya ditemukan pada usia di atas 40 tahun.”

“Glaukoma ini merupakan pencuri penglihatan kita, Apabila seseorang telah men derita kebutaan akibat glaukoma, tidak ada lagi penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk mengembalikan penglihatan orang tersebut.”sebutnya.

Menyikapi kondesi tersebut dan juga dalam rangka memperingati pekan hari Glaukoma tersebut KSM Mata tersebut mengajak semua pihak untuk melakukan deteksi dini dan melakukan penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya kebutaan permanen pada penderita glaukoma.

“Hari ini kita adakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk pemeriksaan gratis dan pembagian kacamata gratis, disamping itu pemeriksaan dini glau-koma dapat dilakukan melalui posyandu usia lanjut, puskesmas, rumah sakit dan sarana pelayanan kesehat an lainnya seperti Balai Kesehatan Mata Masyarakat,”tutur dr Hidayat.

Dalam kegiatan yang tetap menjaga protokol Kesehatan turut memberi sambutan Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA dan mengucapkan terimakasih atas terselengaranya kegiatan yang digelar di RSUP Dr M Djamil Padang tersebut.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, Dr.dr Rose Dinda Martini, SpPD, K-GER, FINASIM dalam sambutan mengingatkan pentingnya menjaga penglihatan, mengingat mata merupakan indra karunia yang patut disyukuri.

“Tentu menjaga mata kita teramatlah penting, ini merupakan karunia-Nya, dan tentu melalui program peringatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada KSM Bagian Mata, PERDAMI dan FK Unand yang sudah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini,”katanya.

Sementara itu, pantauan di lokasi, terlihat antusias masyarakat dan pengunjung mendatangi tempat kegiatan dan melakukan pemeriksaan mata.

Untuk diketahui, Hari Glaukoma Sedunia dideklarasi kan oleh Organisasi Glaukoma Sedu nia pada tanggal 6 Maret 2008. Seluruh negara di dunia diminta untuk melaksanakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang glaukoma, dengan harapan akan membantu masyarakat yang mempunyai faktor risiko untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara teratur.

Hari Glaukoma Sedunia ini kemudian ditetapkan setiap tanggal 12 Maret. Tahun ini merupakan peringatan yang ketiga kali. Kegiatannya dilaksanakan selama sepekan sehingga disebut juga World Glaucoma Week. (RSMDJ/Khairian)

RSUP Dr M Djamil Padang Peduli Pasaman Raya

RSUP Dr M Djamil Kirim Tenaga Kesehatan dan Bantuan Gempa ke Pasaman Barat

RSUP Dr M Djamil Peduli Pasaman Raya

RSMDJ —- RSUP Dr M Djamil Padang mengirimkan tim tenaga kesehatan dan sejumlah bantuan ke Kabupaten Pasaman Barat yang terdampak gempa bermagnitudo 6,2. Pengiriman tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat itu dipimpin langsung Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Dr. dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS.

Tidak hanya tenaga kesehatan, RSUP Dr M Djamil juga mengirimkan sejumlah bantuan obat-obat, ambulan dan peralatan medis, serta bantuan makanan dan perlengkapan pengungsian.

Sedianya, tim yang dipimpin langsung Direktur Utama, Dr. dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS dan Direktur SDM, Pendidikan dan Umum, Dr. dr Dovy Djanas SpOG KFM akan meninjau langsung ke Nagari Malampah dan Kajai salah satu lokasi terparah terdampak gempa, namun karena kondisi cuaca diguyur hujan deras, atas instruksi BPBD maka tim kembali ke posko utama pengungsian di halaman kantor Bupati Pasaman Barat.

Direktur Utama juga meninjau langsung korban yang dirawat di RSUD Pasaman Barat dan RS Ibnu Sina Pasaman Barat yang disambut langsung oleh Direktur Utama RS tersebut.

“Ya kami mengirimkan tim kegawatdaruratan seperti dokter bedah, anak dan penyakit dalam serta sejumlah perawat untuk membantu aktifitas kesehatan korban bencana gempa ini,” kata Direktur Utama saat diwawancara di posko pengungsian di halaman kantor Bupati Pasaman Barat, Jumat (25/2) malam.

Dikatakannya, sedikitnya ada 30 nakes yang ditugaskan dan akan disusul 20 orang nakes. Para nakes tersebut nantinya akan dibagi ke sejumlah titik pengungsian dan di Rumah Sakit setempat.

“Meraka ini (nakes) kita serahkan kepada RSUD, dan nantinya RSUD yang akan membagi mau ditempat dimana para nakes kami ini,”terangnya.

Tidak hanya itu, Direktur Utama yang juga Ketua Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Sumatera Barat itu juga meminta rumah sakit di Sumbar untuk mengirimkan ambulan untuk membantu mengevakuasi korban bencana.

“Sekarang ini yang paling penting adalah tangani kasus kegawatdaruratannya, apalagi saat ini kita dihadapkan dengan kasus pandemi, untuk itu kami di Djamil juga membawa Rapit Antigen sehingga dalam penanganannya dapat dipisahkan, jangan sampai habis kegawatdaruratan ini tertangani memunculkan gangguan kesehatan lainnya,”sebutnya.

Dokter spesialis bedah anak itu juga menyerukan kepada pemerintah setempat untuk  mengantipasi munculnya sejumlah penyakit lainnya pasca korban diungsikan seperti diare, infeksi, DBD serta sejumlah penyakit lainnya.

“Tentu kesehatan para korban ini kita jaga, kita kawal bersama, makanya kami dari Djamil terjun langsung ke sini di samping membantu kegawatdarutan juga membantu pengawalan agar tidak munculnya penyakit lainnya pasca bencana,”tutur dr Yusirwan.

Mengantipasi kondisi penyebaran covid-19 di lokasi bencana dan posko-posko pengungsian, dikatakan Dirut, pihaknya akan membantu pemerintah daerah mengkarkulasikan kebutuhan-kebutuhan medis bagi para korban gempa.

“Kondisi seperti ini kita akan sangat sulit mengantipasi jaga jarak, makanya hal yang paling utama adalah penggunaan masker, dan ini sangat-sangat penting,” tegas Direktur Utama rumah sakit rujukan Sumatera bagian Tengah itu. (Khairian)

Tidak hanya tenaga kesehatan, RSUP Dr M Djamil juga mengirimkan sejumlah bantuan obat-obat, ambulan dan peralatan medis, serta bantuan makanan dan perlengkapan pengungsian

Sedianya, tim yang dipimpin langsung Direktur Utama, Dr. dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS dan Direktur SDM, Pendidikan dan Umum, Dr. dr Dovy Djanas SpOG KFM akan meninjau langsung ke Nagari Malampah dan Kajai salah satu lokasi terparah terdampak gempa, namun karena kondisi cuaca diguyur hujan deras, atas instruksi BPBD maka tim kembali ke posko utama pengungsian di halaman kantor Bupati Pasaman Barat.

Direktur Utama juga meninjau langsung korban yang dirawat di RSUD Pasaman Barat dan RS Ibnu Sina Pasaman Barat yang disambut langsung oleh Direktur Utama RS tersebut.

“Ya kami mengirimkan tim kegawatdaruratan seperti dokter bedah, anak dan penyakit dalam serta sejumlah perawat untuk membantu aktifitas kesehatan korban bencana gempa ini,” kata Direktur Utama saat diwawancara di posko pengungsian di halaman kantor Bupati Pasaman Barat, Jumat (25/2) malam.

Dikatakannya, sedikitnya ada 30 nakes yang ditugaskan dan akan disusul 20 orang nakes. Para nakes tersebut nantinya akan dibagi ke sejumlah titik pengungsian dan di Rumah Sakit setempat.

“Meraka ini (nakes) kita serahkan kepada RSUD, dan nantinya RSUD yang akan membagi mau ditempat dimana para nakes kami ini,”terangnya.

Tidak hanya itu, Direktur Utama yang juga Ketua Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Sumatera Barat itu juga meminta rumah sakit di Sumbar untuk mengirimkan ambulan untuk membantu mengevakuasi korban bencana.

“Sekarang ini yang paling penting adalah tangani kasus kegawatdaruratannya, apalagi saat ini kita dihadapkan dengan kasus pandemi, untuk itu kami di Djamil juga membawa Rapit Antigen sehingga dalam penanganannya dapat dipisahkan, jangan sampai habis kegawatdaruratan ini tertangani memunculkan gangguan kesehatan lainnya,”sebutnya.

Dokter spesialis bedah anak itu juga menyerukan kepada pemerintah setempat untuk  mengantipasi munculnya sejumlah penyakit lainnya pasca korban diungsikan seperti diare, infeksi, DBD serta sejumlah penyakit lainnya.

“Tentu kesehatan para korban ini kita jaga, kita kawal bersama, makanya kami dari Djamil terjun langsung ke sini di samping membantu kegawatdarutan juga membantu pengawalan agar tidak munculnya penyakit lainnya pasca bencana,”tutur dr Yusirwan.

Mengantipasi kondisi penyebaran covid-19 di lokasi bencana dan posko-posko pengungsian, dikatakan Dirut, pihaknya akan membantu pemerintah daerah mengkarkulasikan kebutuhan-kebutuhan medis bagi para korban gempa.

“Kondisi seperti ini kita akan sangat sulit mengantipasi jaga jarak, makanya hal yang paling utama adalah penggunaan masker, dan ini sangat-sangat penting,” tegas Direktur Utama rumah sakit rujukan Sumatera bagian Tengah itu. (RSMDJ/Khairian)

PUNCAK PERINGATAN HUT RSUP DR M DJAMIL “BASAMO KITA BISA”

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil menggelar puncak hari ulang tahun (HUT) ke- 68, Minggu (12/12) di Auditorium Lantai IV Gedung Adminstrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Acara berlangsung meriah yang dihadiri civitas hospitalia.

Tidak hanya itu turut hadir dalam peringatan hari puncak yang juga dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-57 dihadiri Dewan pengawas RSUP Dr M Djamil Padang.

Umbul-umbul berbagai warna bertuliskan HUT RSUP Dr M Djamil Padang dipasang di setiap sudut. Pandemi COVID 19 tidak menyurutkan semangat keluarga besar RSUP Dr M Djamil Padang untuk terus berkreativitas namun terus tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Tema ulang tahun kali ini “TumbuhBerkembang RSUP Dr M Djamil dengan Asuhan Pasien 4.0”. Pada hari puncak tersebut acara diawali dengan Fun Bike mengitari pusat kota Padang kemudian pembukaan puncak kegiatan HUT pembacaan do’a, pemotongan kue, pemberian penghargaan kepada pencipta Mars dan logo RSUP Dr M Djamil, pengumuman dan penyerahan hadiah lomba serta pembagian doorprize.

Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS menyampaikan harapan pada HUT ke-68 RSUP Dr M Djamil ini agar dapat dijadikan semangat untuk terus bertumbuh, belajar, berinovasi dan berkarya.

“Kita berharap pada usia yang ke-68 ini dapat menjadikan diri kita semangat untuk terus bertumbuh, belajar, berinovasi dan berkarya. Karena sesungguhnya tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Saat tertinggal satu langkah, maka kita akan terlindas oleh putaran roda perubahan tersebut,” katanya saat memberi sambutan.
Ia juga berharap seluruh pihak terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyrakat dengan mengedepankan keramahan dan kehangatan dalam memberikan pelayanan.
Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil Dr Kirana Pritasari MQIH mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil Padang, ia berharap kedepannya RSUP terus meningkatkan segala pencapaian yang diperoleh sehingga mampu bersaing dan menjadi rs kebanggan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT RSUP Dr M Djamil, Dr dr Yahya Marpaung SpPD menjelaskan HUT kali ini telah melewati berbagai macam rangkaian kegiatan meliputi perlombaan baik tingkat internal maupun eksternal, bulutangkis, tenis, domino, Djamil Idol, Solo Song, festival band, senam peregangan, Senam Hygiene serta kegiatan sosial kepada para pasien.

HUT RSUP Dr M Djamil Padang sebenarnya jatuh pada 23 November namun acara puncak dilaksanakan pada 12 Desember mengingat banyaknya agenda kegiatan dalam rangka HUT.

Kendati demikian kegiatan puncak peringatan HUT ini berlangsung meriah. Apalagi pada peringatan HUT ke-43 memberikan dorprize utama Sepeda, kulkas, mesin cuci, dispenser, setrika, serta sejumlah hadiah menarik lainnya. Antusiasme anggota semakin terlihat ketika pembagian doorprize dan pembacaan pemenang lomba.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit pemerintah yang terletak di kota Padang, provinsi Sumatera Barat, pertama kali  bernama RSU Megawati yang menempati  2 (dua) komplek, sebagian di jalan Belakang Gereja dan sebagian lagi di jalan.Jati Lama, Padang dengan berkapasitas 100  tempat tidur.

Pada tahun 1953 dibangunlah gedung RSUP Padang diatas areal tanah seluas 8,576 Ha, yang terletak di jalan Burung Kutilang. Tahun 1978 berdasarkan SK. Menkes RI No.134 Tahun 1978 RSU  resmi memperoleh sebutan namanya sebagai RSUP Dr. M. Djamil  Padang, untuk mengabadikan nama seorang Putra Sumatera Barat  yang meninggal dalam masa perjuangan kemerdekaan yang mengabdikan dirinya di bidang pelayanan kesehatan. (RSMDJ/Khairian)

SISTEM KEPEMIMPINAN DAN MUTU LAYANAN RSMDJ MENUJU 4.0

Webinar dalam Rangka Peringatan HKN dan HUT RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — RSUP Dr M Djamil Padang gelar kegiatan webinar bertajuk “Sistem Kepemimpinan dan Mutu Layanan RSMDJ Menuju Era 4.0”. Kegiatan webinar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 dan Hari Ulang tahun RSUP Dr M Djamil Padang ke 68.

Dalam kegiatan webinar yang digelar secara daring dan luring, di samping diikuti civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil, juga dikuti peserta umum di wilayah Indonesia.

Dalam pembukaan acara yang dibuka langsung oleh Direktur RSUP Dr M Djamil Padang, Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) MARS mengingatkan pentingnya perubahan dan tranformasi untuk menjadikan RSMDJ tetap dicintai masyarakat.

“Kita tidak bisa menghindari perubahan, kita mengetahui saat ini informasi sudah sangat mudah didapatkan oleh masyarakat, tentunya perubahan itu menjadi suatu keharusan bagi kita bersama,” ucapnya dalam pembukaan secara virtual, Selasa (30/11).

Ia mengingatkan bahwa setiap unit unit untuk melakukan tranformasi, diakuinya untuk melakukan perubahan dan tranformasi jelas merupakan sesuatu yang tidak sederhana.

“Visi kita harus jelas, mengkaji arah dan tujuan untuk RSMDJ itu sendiri, semua dapat berubah secara cepat, jika tidak maka organisasi ini akan hanyut dan akan ditinggalkan para pasien, apalagi kemajuan teknologi semua orang mudah mendapatkan informasi tentang kesehatan dirinya,” katanya.

Hal yang sangat penting dikatakan Dokter Spesialis bedah anak, seluruh pihak di RSMDJ untuk meningkatkan peran dan meningkatkan mutu pelayanan serta pasien safety.

Tidak hanya Direktur Utama RSMDJ selaku pemateri tentang leadership, kegiatan yang di moderatori oleh Ketua Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSMDJ, dr Roslaili Rasyid M.Biomed juga turut menghadirkan pemateri lainnya yakni  Direktur Pelayanan Keperawatan dan Penunjang RSMD, dr Rose Dinda Martini SpPD K-Ger FINASIM dengan materi Sistem Pengelolaan Pelayanan.

GM Telkom Sumbar, Alfi Sumarta ST dengan materi Perkembangan teknologi Digitalisasi menuju RS Era 4.0, selanjutnya Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM dengan tema Sistem pengelolaaan SDM, materi lainnya dari Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN, dr Rahmadian MKM serta materi Asuhan pasien 4.0 dengan Hospital Readines oleh Ketua Komite Mutu RSUP Dr M Djamil, Dr dr Yahya Marpaung SpB. (RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45